Outsourcing Sistem Informasi Perusahaan

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penerapan sistem informasi yang terintegrasi pada suatu perusahaan tidaklah semudah yang dibayangkan, terlebih di Indonesia dengan tingkat pembajakan software yang sangat tinggi menyebabkan orang memandang software adalah suatu produk yang sangat murah. Oleh karena itu suatu perusahaan yang ingin membuat suatu sistem informasi yang terintegrasi biasanya mereka akan terkejut dengan harganya yang dianggap terlalu mahal. Dan banyak diantara perusahaan-perusahaan tersebut membatalkan rencananya dalam membuat suatu sistem informasi. Perusahaan tidak menyadari bahwa dengan sistem informasi yang dibangun dapat meningkatkan tingkat efisiensi pembiayaan operasional perusahaan dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan sebuah sistem itu sendiri.

Selain itu di beberapa perusahaan masih banyak terjadi dimana satu karyawan memiliki pekerjaan rangkap di beberapa divisi yang berbeda, terutama pada perusahaan-perusahaan keluarga. Biasanya dalam penerapan suatu sistem informasi, langkah pertama yang dilakukan adalah menganalisa dan atau memperbaiki proses bisnis yang sudah berjalan dalam suatu perusahaan agar menjadi lebih baik dan terarah. Oleh karena itu diperlukan seorang pemimpin perusahaan yang open minded, yang dapat menerima perkembangan teknologi dan memiliki visi misi untuk mengembangkan perusahaan. Hal ini merupakan modal dasar dalam penerapan sistem informasi dalam perusahaan. Tanpa adanya hal tersebut, hasil terbaik dari sistem informasi yang akan dibuat tidak akan bisa dicapai, walaupun banyak biaya sudah dikeluarkan dan banyak hal sudah dikorbankan.

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah:

  1. Mengkaji pentingnya Sistem Informasi bagi organisasi/perusahaan
  2. Menganalisis alasan organisasi/perusahaan menggunakan outsourcing
  3. Mengkaji keuntungan dan kelemahan pengembangan Sistem Informasi secara outsourcing dan insourcing.

PEMBAHASAN

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen. (Wikipedia)

Konsep Dasar Informasi

Terdapat beberapa definisi, antara lain :

  1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
  2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
  3. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making).

Pengertian Sistem Informasi merupakan sekumpulan sumberdaya yang berguna untuk menghasilkan informasi dan fungsi organisasi. Sumberdaya tersebut meliputi hardware, software, network, data, produk informasi, dan sumberdaya manusia. Dari Sistem Informasi ini akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan untuk mengendalikan organisasi. Untuk Agar diperoleh informasi yang dibutuhkan oleh manajemen maka harus diketahui terlebih dahulu kebutuhan  informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Kualitas suatu informasi juga perlu diperhatikan agar keputusan yang dihasilkan dapat efektif. Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan tiga hal, yaitu :

a. Relevan (relevancy), artinya informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.

b.  Akurat (accuracy),  artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak         bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan           dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan           sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut.

c. Tepat waktu (timeliness), artinya informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh     terlambat (usang). Informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga             kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau       kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan mahalnya           nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan                         mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.

Sistem Informasi ini sangat penting bagi perusahaan karena bagian yang mampu menentukan keberhasilan perusahaan, membantu dalam mengembangkan dan bersaing dengan perusahaan lain, serta memungkinkan bagi perusahaan untuk mencapai efektivitas dan efesiensi proses bisnis serta dalam keputusan manajerial. Sistem Informasi seyogyanya mendukung strategi bisnis perusahaan, proses bisnis, struktur dan budaya perusahaan dalam meningkatkan nilai bisnis.

Sistem Informasi ini seharusnya dikelola dengan baik agar mendapatkan hasil yang maksimal. Banyak perusahaan yang menanamkan investasi yang besar dalam sektor Sistem Informasi mengingat peranannya yang semakin dibutuhkan.

Secara garis besar, fungsi Sistem Informasi tersebut bagi perusahaan/organisasi dapat mencakup:

ü      Mendukung kesuksesan berbagai fungsi utama bisnis seperti akuntansi, manajemen             operasi, pemasaran, dan manajemen sumberdaya manusia

ü      Kontributor utama dalam mendukung efesiensi kegiatan operasional, produktivitas               dan moral SDM, pemberian layanan prima pada konsumen dan kepuasan konsumen

ü      Sumber informasi utama bagi manajer dalam mendukung proses pengambilan                       keputusan yang efektif

ü      Bagian yang penting dalam upaya pengembangan produk dan jasa yang kompetitif               sehingga dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam bersaing             secara global

ü      Bagian utama dari sumber daya perusahaan dan biayanya dalam menjalankan bisnis           sehingga memerlukan pengelolaan yang prima

ü      Kesempatan pengembangan karir yang dinamis.

Bagi sebagian besar organisasi/perusahaan, Sistem Informasi berhasil dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi pihak perusahaan bersangkutan. Secara umum, kesuksesan tersebut dapat disebabkan oleh keterlibatan dari end user, dukungan manajemen eksekutif, kejelasan pernyataan kebutuhan, perencanaan yang matang dan tepat, serta harapan yang realistik.

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

  • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakankorektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Perlunya Pengembangan Sistem :

Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseuruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada :

  1. Adanya permasaahan (problem) yang timbu pada sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa ketidak beresan dan pertumbuhan organisasi untuk meraih kesempatan (oppurtunities)
  2. Teknologi Informasi telah berkembang dengan cepat
  3. Adanya Instruksi-instruksi (directives)

Sistem informasi komputer digunakan untuk berbagai kepentingan, mulai dari pemrosesan transaksi hingga penyedian informasi yang diperlukan untuk memutuskan isu yang sedang terjadi dan memformulasikan strategi yang rumit untuk kepentingan organisasi. Ketika sistem digunakan didalam organisai yang berbeda, maka fungsifungsi yang harus disertakan dalam tahapan pengembangan juga akan mengalami perbedaan.

Untuk mengatasi hal tersebut terdapat 3 pendekatan yang dapat dilakukan

dalam pengembangan sistem informasi :

1. System Development Lifecycle Method

Aktifitas yang termasuk didalamnya : preliminary investigation,  requirements determination, system     design, software development, system testing,, and implementation. Cocok digunakan dalam pengembangan aplikasi yang persyaratan sistem informasinya dapat diprediksi, dapat di atur sebagai       sebuah proyek, memerlukan pemasukan data kedalam file dan database, tingkat pemrosesan dan transaksi yang tinggi, memerlukan validasi untuk semua data yang di input, melibatkan beberapa departemen/bagian yang saling berhubungan, waktu pengerjaan yang lama dan dikerjakan oleh  sebuah tim proyek.


2. Structured Analysis Development Method

Fokus kepada apa yang dapat dilakukan oleh sebuah aplikasi atau sistem daripada bagaimana  melakukannya, menggunakan simbol-simbol grafikal untuk mendeskripsikan perpindahan dan pemrosesan data dan komponen-komponen penting lainnya disertakan didalam diagram aliran data  dan kamus data. Metode ini cocok untuk pengembangan semua jenis aplikasi dan lebih berguna                  sebagai metode tambahan bagi metode lainnya.

3. System Prototype Method

Pengembangan iteratif atau evolusionari dimana user terlibat secara langsung. Metode ini sesuai digunakan untuk membangun aplikasi yang unik dimana pihak pengambang hanya memiliki sedikit informasi atau pengalaman, atau risiko dan biaya yang terlalu tinggi. Metode ini juga sangat berguna untuk menguji kelayakan sistem, mengidentifikasikan kebutuhan user, mengevaluasi perancangan sistem, ataupun memeriksa kegunaan aplikasi

Sistem informasi komputer digunakan untuk berbagai kepentingan, mulai daripemrosesan transaksi hingga penyedian informasi yang diperlukan untuk memutuskanisu yang sedang terjadi dan memformulasikan strategi yang rumit untuk kepentinganorganisasi. Ketika sistem digunakan didalam organisai yang berbeda, maka fungsifungsiyang harus disertakan dalam tahapan pengembangan juga akan mengalamiperbedaan.Untuk mengatasi hal tersebut terdapat 3 pendekatan yang dapat dilakukandalam pengembangan sistem informasi :

  1. System Development Lifecycle MethodAktifitas yang termasuk didalamnya : preliminary investigation, requirementsdetermination, system design, software development, system testing,, andimplementation. Cocok digunakan dalam pengembangan aplikasi yang persyaratansistem informasinya dapat diprediksi, dapat di atur sebagai sebuah proyek,memerlukan pemasukan data kedalam file dan database, tingkat pemrosesan dantransaksi yang tinggi, memerlukan validasi untuk semua data yang di input,melibatkan beberapa departemen/bagian yang saling berhubungan, waktupengerjaan yang lama dan dikerjakan oleh sebuah tim proyek.
  2. Structured Analysis Development MethodFokus kepada apa yang dapat dilakukan oleh sebuah aplikasi atau sistem daripadabagaimana melakukannya, menggunakan simbol-simbol grafikal untukmendeskripsikan perpindahan dan pemrosesan data dan komponen-komponenpenting lainnya disertakan didalam diagram aliran data dan kamus data. Metode inicocok untuk pengembangan semua jenis aplikasi dan lebih berguna sebagai metodetambahan bagi metode lainnya.
  3. System Prototype MethodPengembangan iteratif atau evolusionari dimana user terlibat secara langsung.Metode ini sesuai digunakan untuk membangun aplikasi yang unik dimana pihakpengambang hanya memiliki sedikit informasi atau pengalaman, atau risiko danbiaya yang terlalu tinggi. Metode ini juga sangat berguna untuk menguji kelayakansistem, mengidentifikasikan kebutuhan user, mengevaluasi perancangan sistem,ataupun memeriksa kegunaan aplikasi

Outsourcing

Outsourcing seperti yang kita ketahui adalah menyerahkan sebagian pekerjaan kepada pihak ketiga yang dianggap kompeten, tetapi masih dalam lingkup control organisasi. Tujuannya, tentu saja agar organisasi dapat lebih berkonsentrasi kepada aktivitas inti bisnisnya dengan mepertimbangkan aspk investasi, resiko, dan efesiensi.

Strategi outsourcing IT didefinisikan sebagai pelayanan jasa yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa kepada perusahaan klien (Klepper 1995), atau tindakan mendelegasikan sebagian atau keseluruhan dari teknologi perusahaan kepada pihak eksternal diluar perusahaan (Altinkemer, et al. 1994), atau Outsourcing IT adalah fenomena di mana sebuah organisasi (klien) menyerahkan properti atau pengambilan keputusan tentang infrastruktur IT pada organisasi eksternal (vendor) (Loh dan Venkatraman 1992).

Kelebihan:

a. Biaya teknologi yang semakin meningkat, akan lebih murah jika perusahaan tidak berinvestasi lagi tetapi menyerahkannya kepada pihak ketiga dalam bentuk outsourcing yang lebih murah dikarenakan outsourcer dapat dibagi ke beberapa perusahaan.

b. Mengurangi waktu proses, beberapa outsourcer dapat dipilih untuk bekerja bersama-sama menyediakan jasa ini kepada perusahaan.

c. Jasa yang diberikan oleh outsourcer lebih berkualitas dibandingkan dikerjakan sendiri secara internal, outsourcer memang dispesialisasi dan ahli di bidang tersebut.

d. Perusahaan tidak mempunyai pengetahuan tentang sistem teknologi ini dan pihak outsourcer mempunyainya.

e. Perusahaan merasa tidak perlu dan tidak inginn melakukan transfer pengetahuan yang dimiliki oleh outsourcer.

f. Meningkatkan flexibilitas untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.

g. Mengurangi resiko kegagalan investasi.

h. Penggunaan sumber daya sistem informasi belum optimal, jika hal ini terjadi maka perusahaan hanya menggunakan sumber daya  sistem yang optimal pada saat-saat tertetu saja, sehingga sumber daya sistem informasi menjadi tidak dimanfaatkan pada waktu yang lainnya.

i. Perusahaan dapat memfokuskan pada pekerjaan lain yang lebih penting.

Kekurangan:

a. Jika aplikasi yang dioutsorce adalah aplikasi yang staregik, maka dapat ditiru oleh pesaingnya yang juga dapat menjadi klien dari outsourcer yang sama.

b. Perusahaan akan kehilangan kendali terhadapa aplikasi yang dioutsourcekan. Jika aplikasinya adalah aplikasi kritikal yang harus segera ditangani jika terjadi gangguan, perusahaan akan menanggung resiko keterlambatan penanganan jika aplikasi ini dioutsourcekan karena kendali ada di outsourcer yang harus dihubungi terlebih dahulu.

c. Jika kekuatan menawar ada di outsourcer, perusahaan akan kehilangan banyak kendali dalam memutuskan sesuatu apalagi jiak terjadi konflik diantaranya.

d. Perusahaan akan kehilangan keahlian dari belajar membangun dan mengoperasikan aplikasi tersebut.

Outsourcing IT dilakukan dengan alasan agar tujuan bisnis perusahaan bisa tercapai dengan cepat. Tercapainya tujuan dengan cepat dikarena operasional di dalam perusahaan tersebut dikerjakan oleh pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya. Beberapa alasan strategis utama suatu perusahaan melakukan outsourcing IT (Pratiwi, 2005) adalah untuk:

  • Meningkatkan fokus bisnis. Dengan outsourcing IT maka perusahaan bisa lebih fokus pada bisnis utamanya dan membiarkan sebagian operasionalnya dikerjakan oleh pihak lain.

  • Membagi risiko operasional. Dengan outsourcing IT maka risiko operasional perusahaan bisa terbagi kepada pihak lain.

  • Sumber daya perusahaan yang ada bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lainnya. Dengan melakukan outsourcing IT, staf IT yang ada bisa dimanfaatkan untuk  kebutuhan yang lebih strategis atau yang lain.

  • Jika diserahkan kepada pihak lain, akan mengurangi headache, mengurangi resiko, dan disertai harapan agar hasilnya lebih baik karena ditangani para mitra yang merupakan spesialis dalam bidangnya. Dengan demikian perusahaan dapat berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan kompetensi inti (core competencies) mereka. Alasan lainnya adalah memeberikan kelenturan dalam pekerjaan tertentu yang bebannya bersifat fluktuatif, peningkatan kualitas, eningkatan kepauasan pelanggan dan pemindahan biaya tetap (fixed costs) menjadi variable costs.

    Faktor-faktor Pemilihan Partner Outsourcing

    Ø Komitmen dalam memberikan kualitas

    Kualitas menjadi faktor menentukan bagi perusahaan dalam mencari vendor. Perlu diketahui apakah vendor dapat memberikan kualitas seperti yang diharapkan. Saat ini ada begitu banyak penyedia jasa outsourcing sehingga perusahaan harus selektif dalam memilih.

    Ø Harga

    Pihak perusahaan juga menentukan batasan kemampuannya terutama dalam hal biaya bila menggunakan outsourcing. Tentunya tidak ingin bila ternyata biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menerapkan outsourcing jauh lebih mahal sehingga pihak vendor juga harus berkompetisi dalam harga.

    Ø Reputasi

    Referensi atau reputasi vendor sangat berpengaruh bagi perusahaan yang ingin menggunakan jasa vendor. Suatu vendor yang telah terbukti dalam bidang outsourcing maka akan menjadi incaran bagi perusahaan yang ingin mengelola Sistem Informasinya.

    Ø Waktu kontrak yang bersifat fleksibel

    Durasi penyelenggaraan outsourcing biasanya dibagi dalam tiga waktu yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Pihak perusahaan sangat memilih bila kontrak outsorcing lebih bersifat fleksibel dan tidak kaku guna menyesuaikan dengan perubahan perusahaan maupun lingkungan yang tidak dapat diprediksi.

    Ø Sumberdaya yang tersedia

    Sumberdaya yang dimiliki oleh pihak vendor akan mempengaruhi perusahaan. Mengelola Sistem Informasi tentunya harus dijalankan oleh sumberdaya yang kompeten dalam bidangnya sehingga menghasilkan kualitas dan hasil yang memuaskan.

    Ø Persamaan budaya

    Pihak perusahaan akan menjalin kerjasama dengan vendor yang artinya diusahakan memilih vendor yang memiliki budaya perusahaan yang sama sehingga lebih memudahkan dalam beradaptasi dalam lingkungan kerjanya.

    Ø Hubungan yang lebih terbuka

    Jalinan kerjasama yang lebih terbuka akan sangat diminati oleh perusahaan dalam hal memilih vendor. Misalnya dalam mensikronkan antara harapan dan kebutuhan perusahaan dengan sistem outsourcing sehingga terdapat keterbukaan pada kedua belah pihak.

    Sampai sejauh ini, sistem outsourcing telah mampu memberikan perkembangan positif bagi perusahaan. Outsourcing dijadikan perusahaan sebagai strategi kompetisi untuk fokus pada inti bisnisnya. Secara khusus, melalui sistem outsourcing maka sebuah perusahaan dapat menekan biaya serendah-rendahnya 

    Lacity dan Willcocks (1998) melakukan investigasi empirik mengenai praktik outsourcing IT terhadap 40 organisasi yang berada di Amerika dan Inggris dengan mewawancara 145 partisipan. Dari investigasi yang dilakukan oleh Lacity dan Willcocks dapat ditemukan lima praktek terbaik dalam kasus yang terjadi diperusahaan, yaitu:
    1. Keputusan outsourcing selektif mempunyai rata-rata keberhasilan dalam pencapaian efektifitas fungsi IT yang lebih tinggi dibandingkan dengan outsourcing total atau keputasan insourcing.
    2. Eksekutif Senior dan Manajer IT yang membuat keputusan bersama mempunyai rata-rata keberhasilan dalam pencapaian efektifitas fungsi IT yang lebih tinggi dibandingkan dengan salah satu kelompok stakeholder yang melakukan sendiri.
    3. Organisasi yang memakai kombinasi antara pemenuhan kebutuhan akan fungsi IT secara internal, dan pemenuhan kebutuhan akan fungsi IT secara eksternal, akan mempunyai rata-rata keberhasilan dalam pencapaian efektifitas fungsi IT yang lebih tinggi dibandingkan dengan organisasi yang hanya memakai penawaran eksternal saja.
    4. Kontrak jangka pendek memperoleh rata-rata keberhasilan dalam pencapaian efektifitas fungsi IT yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrak jangka panjang.
    5. Kontrak detail dengan membayar jasa outsourcing IT memperoleh rata-rata keberhasilan dalam pencapaian efektifitas fungsi IT yang lebih tinggi dibandingkan dengan membayar jasa tipe kontrak lainnya.

    Reyes et al (2005) menyatakan bahwa perusahaan dengan ukuran besar dan dengan jumlah staf dalam departemen IS yang lebih banyak adalah perusahaan yang melihat kontrak secara tepat menjadi faktor yang paling relevan terhadap keberhasilan penerapan strategi outsourcing IT. Temuan akhir dari hasil penelitian Reyes et al. yang dilakukan di Spanyol menunjukkan bahwa, faktor-faktor keberhasilan dari strategi outsourcing terdiri dari:

    1. Faktor pemahaman dari pihak penyedia jasa akan tujuan dari pihak klien.
    2. Faktor pemilihan penyedia jasa yang tepat.
    3. Faktor pemahaman yang jelas dari pihak klien tentang apa yang mereka cari dalam penerapan strategi outsourcing yang mereka lakukan.

    Insourcing

    Strategi insourcing harus memperhatikan kelebihan dan kekurangan penggunaan strategi tersebut.

    Kelebihan :

    a. Pengembangan Sistem Informasi dilakukan oleh internal

    b. Tanggapan yang cepat bila terjadi masalah dalam Sistem Informasi

    c. Proses pengembangan sistem dapat dikelola dan dikontrol

    d. Menunjukkan kemandirian dalam berusaha dan menambah rasa percaya diri perusahaan

    e. Rasa ikut memiliki yang dimiliki oleh pihak karyawan

    f. Jaminan maintainance tanpa adanya ikatan kontrak

    g. Cocok untuk pengembangan sistem dan proyek yang kompleks

    h. Pengambilan keputusan yang dapat dikendalikan oleh perusahaan sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak luar

    Kekurangan :

    a. Waktu lama untuk mengembangkan sistem

    b. Sumberdaya internal yang kurang berpengalaman dan pengetahuan

    c. Kerugian ditanggung sendiri oleh pihak perusahaan

    d. Kegagalan Sistem Informasi karena ketidakterlibatan pihak end user

    e. Rasa putus asa karena kesulitan pengembangan

    f. Dana yang besar

    g. Perubahan budaya yang sulit jika diatur oleh karyawannya sendiri

    KESIMPULAN

    Penyusunan dan pengembangan sistem informasi bagi suatu perusahaan mutlak harus dilakukan baik secara manual maupun secara komputerise, mampu ataupun tidak mampu perusahaan melaksanakannya karena sistem informasi sangat berperan dalam mendorong bisnis perusahaan dan juga untuk pengambilan keputusan. Bahkan pada waktu yang akan datang, sistem informasi juga berperan sebagai enable business transaction bagi perusahaan.

    Dalam penyusunan dan pengembangan sistem informasi bagi perusahaan yang tidak mampu melakukannya sendiri atau tidak memiliki SDM di bidang sistem informasi dapat meminta kepada pihak ketiga baik dengan insourcing atau out sourcing. Masing-masing pilihan tersebut (insourcing dan outsourcing) memiliki kelemahan dan keuntungan. Oleh karena itu perusahaan dalam memilih alternatif tersebut harus memperhitungkan kelemahan dan keuntungan penggunaannya bagi perusahaan agar biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak salah sasaran karena pekerjaan ini sangat mahal.

    DAFTAR PUSTAKA

    Jogiyanto, HM. 2003. Sistem Teknologi Informasi.  Penerbit Andi Offset. Yogyakarta.

    Kurniawan, R.G. 2008. The Insourcing or Outsourcing Decision Process.

    O’ Brien, J.A. 2005. Introduction to Information System, 12th ed. Mc Graw-Hill Companies, Inc

    www.bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2007/205/205-10-Outsourcing-TransactionCostAndInstitutionalTheories.pdf, Outsourcing Sistem Informasi : Menghubungkan Teori Biaya

    www.bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2007/205/205-11-MakalahRingkasanTopik.pdf.Makalah Ringkasan Topik: Outsourcing,

    www.economic-law.net/jurnal/ZulkarnainIbrahim.doc. Praktek Outsourcing dan Perlindungan Hak-Hak Pekerja,

    www.malangnet.wordpress.com. “Seputar Tentang Tenaga Outsourcing

    www.mti.ugm.ac.id/~lukito/E-Services/ES-The%20World%20is%20Flat.ppt. Pengaruh TI Terhadap Kehidupan Manusia

    www.ppm-manajemen.ac.id/…/PAPER%20OUTSOURCING%20final.do

    www.total.or.id/info.php?kk=Outsourcing, Kesulitan Outsourcing di Indonesia.

    www.yuvenalia.blog.binusian.org/2009/11/27/outsourcing-an-overview/

    This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

    Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


    Refresh



    Current ye@r *